IMMawati adalah
sebuah panggilan yang indah dalam kubu Ikatan, selalu dijaga oleh yang namanya
IMMawan. Namanya terpelihara indah dalam lisan dan tetap berkibar dalam kain
merah oleh hembusan bayu dibawah peluh perjuangan.
IMMawati dalam
kubu Ikatan memiliki ciri tersendiri yang memberikan warna keindahan bagi kaum
perempuan lebih khusus bagi para mahasiswi. Gelar IMMawati memiliki makna dalam
menegakkan amal ma’ruf nahi mungkar. IMMawati auranya dapat membawa perubahan bagi
lingkungannya baik dari segi akhlak maupun intelektualnya. Perubahan-perubahan
yang dimaksud adalah mampu mengajak, mampu memberi dan mampu menampilkan
sesuatu menuju kebaikan.
IMMawati
tidak hanya memahami yang berkaitan dengan keperempuanan tetapi masalah
humanitas harus dipahami oleh IMMawati. Bagaimana persoalan kehidupan yang
terjadi diluar sana, bagaimana arus globalisasi yang berkembang dan
perkembangan tekhnologi yang kian menguasai dunia dan bagaimana pula dengan
persoalan kebangsaan yang sekarang sangat memuncak. IMMawati harus mampu
menyikapi dan menguasai hal-hal demikian sebab perkembangan era kehidupan makin
memanas.
Perjuangan Ikatan tergantung sungguh pada keIMMawatian, seperti dalam sebuah ungkapan
bahwa wanita adalah tiangnya negara begitupula kehadiran IMMawati dalam Ikatan merupakan basis pergerakan
bagi Ikatan mahasiswa Muhammadiyah. Oleh karena itu pola pikir dan alur
pergerakan harus terpatri dalam roh IMMawati untuk melawan kemungkaran. Apalagi
sekarang dekadensi moral terjadi dimana-mana itulah yang menjadi peran
pentingnya IMMawati untuk menyikapi hal demikian. Dekadensi moral ini terjadi
lebih khususnya pada kaum perempuan hilangnya nilai-nilai akhlak dan moral. Dan
ditambah lagi dengan pergaulan yang kebarat-baratan sehingga dapat mengganggu
pandangan dan menimbulkan berbagai macam bentuk kemaksiatan. Hal semacam inilah
yang menjadi tugas utama bagi IMMawati dan kita semua. Tidak hanya sekedar
melihat dan membicarakannya tetapi sedikit tidaknya dapat memberikan tindakan positif
atau pencerahan untuk meminimalisir hal-hal tersebut.
Selain
itu pula bahwa kehadiran IMMawati di kampus merupakan sebagai mataharinya
kampus, memberikan pencerahan dan cahaya bagi mahasiswi lainnya. Bagaimana
mempengaruhi dan merangkul mereka yang belum kearah berpenampilan yang Islami. Disitulah IMMawati menunjukkan sikap tri kompetensinya demi pengembangan persyarikatan. Dan tidak heran jika
di kampus IMMawati menjadi buah pembicaraan bagi kalangan mahasiswa jika
melihat IMMawati yang melenceng dari makna Ikatan. Memang menjadi artis dan
jiwa yang tersohor itu akan selalu digubris khalayak, sedikit saja kesalahan
maupun kelakuan yang tidak sesuai dengan landasan normatif secara tidak
langsung akan menjadi bahan perbincangan di mana-mana. Oleh sebab itu karena
IMMawati mataharinya kampus harus mampu mempertanggung jawabkan apa yang
menjadi persoalan yang dihadapi.
Selain itu pula
IMMawati merupakan tempat untuk mencari solusi bagi mahasiswi. Maka dari itu
IMMawati harus mampu memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Bukulah
yang menjadi sahabat utama bagi setiap IMMawati, budaya membaca, budaya menulis
dan budaya berkarya harus dilakoni oleh IMMawati. Jika hal demikian jauh dari
identitas IMMawati maka untuk menjawab tantangan dunia dewasa ini akan sulit
karena IMMawati merasa kaku dan apatis terhadap keadaan. Sehingga lahir
IMMawati yang hanya memegang gelar saja, lahir IMMawati yang partisipasi saja.
Hal-hal semacam inilah yang harus dihindari oleh IMMawati. IMMawati juga
seyogyanya memiliki nilai-nilai profetisme gerakan
dalam melakukan proses perubahan secara terpadu dn berkesinambungan, sehingga
kedepan gerakan IMMawati diharapkan mampu berakselerasi dengan kondisi zaman
tanpa harus terserabut dari akar transendental
yang dipahami secara prinsipil.
PC IMM BIMA
SEKBID KADER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar