Senin, 27 Mei 2013

IMMawati Basic Gerakan



IMMawati Basis Gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

IMMawati adalah sebuah panggilan yang indah dalam kubu Ikatan, selalu dijaga oleh yang namanya IMMawan. Namanya terpelihara indah dalam lisan dan tetap berkibar dalam kain merah oleh hembusan bayu dibawah peluh perjuangan.
IMMawati dalam kubu Ikatan memiliki ciri tersendiri yang memberikan warna keindahan bagi kaum perempuan lebih khusus bagi para mahasiswi. Gelar IMMawati memiliki makna dalam menegakkan amal ma’ruf nahi mungkar. IMMawati auranya dapat membawa perubahan bagi lingkungannya baik dari segi akhlak maupun intelektualnya. Perubahan-perubahan yang dimaksud adalah mampu mengajak, mampu memberi dan mampu menampilkan sesuatu menuju kebaikan.
IMMawati tidak hanya memahami yang berkaitan dengan keperempuanan tetapi masalah humanitas harus dipahami oleh IMMawati. Bagaimana persoalan kehidupan yang terjadi diluar sana, bagaimana arus globalisasi yang berkembang dan perkembangan tekhnologi yang kian menguasai dunia dan bagaimana pula dengan persoalan kebangsaan yang sekarang sangat memuncak. IMMawati harus mampu menyikapi dan menguasai hal-hal demikian sebab perkembangan era kehidupan makin memanas.
Perjuangan Ikatan tergantung sungguh pada keIMMawatian, seperti dalam sebuah ungkapan bahwa wanita adalah tiangnya negara begitupula kehadiran IMMawati dalam Ikatan merupakan basis pergerakan bagi Ikatan mahasiswa Muhammadiyah. Oleh karena itu pola pikir dan alur pergerakan harus terpatri dalam roh IMMawati untuk melawan kemungkaran. Apalagi sekarang dekadensi moral terjadi dimana-mana itulah yang menjadi peran pentingnya IMMawati untuk menyikapi hal demikian. Dekadensi moral ini terjadi lebih khususnya pada kaum perempuan hilangnya nilai-nilai akhlak dan moral. Dan ditambah lagi dengan pergaulan yang kebarat-baratan sehingga dapat mengganggu pandangan dan menimbulkan berbagai macam bentuk kemaksiatan. Hal semacam inilah yang menjadi tugas utama bagi IMMawati dan kita semua. Tidak hanya sekedar melihat dan membicarakannya tetapi sedikit tidaknya dapat memberikan tindakan positif atau pencerahan untuk meminimalisir hal-hal tersebut.
Selain itu pula bahwa kehadiran IMMawati di kampus merupakan sebagai mataharinya kampus, memberikan pencerahan dan cahaya bagi mahasiswi lainnya. Bagaimana mempengaruhi dan merangkul mereka yang belum kearah berpenampilan yang Islami. Disitulah IMMawati menunjukkan sikap tri kompetensinya demi pengembangan persyarikatan. Dan tidak heran jika di kampus IMMawati menjadi buah pembicaraan bagi kalangan mahasiswa jika melihat IMMawati yang melenceng dari makna Ikatan. Memang menjadi artis dan jiwa yang tersohor itu akan selalu digubris khalayak, sedikit saja kesalahan maupun kelakuan yang tidak sesuai dengan landasan normatif secara tidak langsung akan menjadi bahan perbincangan di mana-mana. Oleh sebab itu karena IMMawati mataharinya kampus harus mampu mempertanggung jawabkan apa yang menjadi persoalan yang dihadapi.
Selain itu pula IMMawati merupakan tempat untuk mencari solusi bagi mahasiswi. Maka dari itu IMMawati harus mampu memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Bukulah yang menjadi sahabat utama bagi setiap IMMawati, budaya membaca, budaya menulis dan budaya berkarya harus dilakoni oleh IMMawati. Jika hal demikian jauh dari identitas IMMawati maka untuk menjawab tantangan dunia dewasa ini akan sulit karena IMMawati merasa kaku dan apatis terhadap keadaan. Sehingga lahir IMMawati yang hanya memegang gelar saja, lahir IMMawati yang partisipasi saja. Hal-hal semacam inilah yang harus dihindari oleh IMMawati. IMMawati juga seyogyanya memiliki nilai-nilai profetisme gerakan dalam melakukan proses perubahan secara terpadu dn berkesinambungan, sehingga kedepan gerakan IMMawati diharapkan mampu berakselerasi dengan kondisi zaman tanpa harus terserabut dari akar transendental yang dipahami secara prinsipil.


PC IMM BIMA SEKBID KADER


Tidak ada komentar:

Posting Komentar